Bisnis Online “Automatic” (Chapter 1)

Halo Sobat Panduan Sukses,

Dengan Aditya S disini…

Sebelumnya saya agak sedikit bingung dalam menentukan judul artikel kali ini. Bisnis Online “Automatic”. Mengapa pakai tanda petik? Karena “Automatic” disini bisa menimbulkan persepsi berbeda bagi setiap orang.

“Automatic” bisa menimbulkan arti, hanya melakukan set up di awal, lalu ditinggal tidur-tiduran, santai-santai, tapi earning datang terus.

Tetapi pada kenyataannya, setiap hal yang “Automatic”, tetap membutuhkan pengamatan dan kontrol dari kita, serta harus dievaluasi jika hasilnya kurang sesuai.  Jadi tetap butuh effort dari kita untuk memastikannya tetap berjalan sesuai rencana.

 

“Automatic” yang saya maksud disini adalah di SISTEM Bisnis Online yang kita bangun. Setiap bisnis membutuhkan Sistem. Dan Agar memastikan Earning Anda mengalir terus tanpa macet Setiap Bulan, Setiap Minggu, Bahkan Setiap Hari…. Anda memerlukan Sistem tersebut.

Bisnis Online “Automatic” ini dapat Anda praktekkan untuk Jualan Produk Fisik (Baik sebagai supplier, reseller, atau bahkan dropshipper), Jualan Produk Digital (Tools, Tutorial, atau Affiliate), atau Jasa. Saya pribadi juga mempraktekkannya di 3 model bisnis tersebut.

Baik langsung saja kita masuk ke pembahasan Inti di Chapter 1 ini…

Membuat “Orang Baru” Membeli Produk Anda
get new customer

 

Sebelum kita masuk ke dalam pembahasan, saya ingin sedikit bercerita kepada Anda.

Sekitar 1 bulan yang lalu, Ibu saya mendapat referensi dari temannya (Ibu2 dari komplek sebelah) kalau ada Tahuwa yang enak (minuman dalam mangkuk isinya kembang tahu, kacang kuah, jahe, dll).  Karena si penjual tahuwa jualannya di komplek sebelah, akhirnya ibu saya meminta tolong ke temannya agar si penjual mampir ke rumah. Akhirnya si penjual datang dan dibelilah tahuwa itu. Memang enak rasanya… Buat yang belum tahu, penampakan tahuwa seperti ini…

tahuwa

 

Dua hari berselang, Ibu saya dapat telepon dari nomor tidak dikenal. Kemudian diangkatlah teleponnya….
eh ternyata si penjual tahuwa… menawarkan apa mau dihampiri ke rumah ? (karena memang jualannya si penjual tahuwa ini tidak lewat depan rumah).  Ibu saya pun bilang bolehlah…

Dua hari berselang, eh si penjual telepon lagi… Enggak ditanggepin kali ini sama ibu saya…

Eh besoknya orangnya telepon lagi… karena memang enak dan tiba-tiba kepengen.. beli lagi deh…

Akhirnya dalam seminggu beli tahuwa 3 kali (sekali beli untuk sekeluarga pula… )

Padahal jangankan sebulan sekali… dulunya dalam 6 bulan pun mungkin hanya sekali makan makanan ini, karena sekarang jarang sekali orang yang jualan ini… dan bukan tipe makanan / jajanan yang mudah diingat…

 

Itu karena ibu saya sudah terkena “List Building” dari si Penjual Tahuwa…

 

One group of customers standing on a red target bullseye, with magnifying glass hovering above it

 

Melihat customernya sangat menyukai produknya, Si Penjual ini langsung tanggap untuk meminta no hp ibu saya, dengan dalih “nanti saya kabari kalau saya lewat daerah sini bu”

Itulah cara yang dilakukan si penjual tahuwa untuk memastikan bagaimana agar terjadi penjualan/sales setiap hari. Tidak tahu apakah si penjual sudah punya puluhan atau ratusan pelanggan yang ditelepon setiap hari… tetapi yang pasti, metode yang dia lakukan membuat pelanggan mengubah keputusan dari tidak ingin beli menjadi beli produknya dan pelanggan juga jadi lebih mengingat Brand-nya.

Itu dapat dinamakan sebagai Mengumpulkan Buyer List (List Pelanggan)

Jika Produk dan Pelayanan sudah Oke, Penjualan berikutnya hanya tinggal tunggu waktu…

 

Lalu…

Bagaimana dengan Mengumpulkan List Calon Buyer,
Orang yang sama sekali belum kenal dan belum pernah beli produk kita?

 

Ketika pertama kali melihat produk yang dibutuhkannya, calon buyer cenderung membandingkan harga diantara beberapa seller.  Bandingkan Web A, Web B, Web C, dst… yang pada akhirnya seller harus banting-bantingan harga. Jika sudah begitu, margin profitnya akan tipis sekali…

Lalu bagaimana caranya membuat orang baru membeli produk Anda, tanpa Anda harus membanting harga, dan mendapatkan margin profit yang wajar ?

 

Mereka butuh “kenal” Anda terlebih dahulu…

 

Ibu-ibu biasanya cenderung menjual produk bagus yang baru didapatnya ke teman-teman se-gengnya / perkumpulan arisan, karena sudah saling kenal dan peluang terjualnya lebih besar. Seorang karyawan, juga kadang menawarkan barang dagangan sampingannya ke teman-teman kantornya.

Dulu waktu saya masih jadi karyawan, saya pernah membawa sample aksesories yang imut-imut ke kantor. Ternyata respon bagus. Tidak hanya teman 1 divisi saja yang order, teman-teman kerja dari divisi lain juga ikutan order. Padahal itu adalah pertama kali saya “berjualan di kantor”.

Seringkali orang membeli bukan karena produknya, tetapi karena melihat siapa Penjualnya. Karena sudah terjadi Engagement antara pembeli dengan penjual

audience-engagement

 


Lalu bagaimana dengan di bisnis online?

Anda perlu membuat calon buyer tersebut mengenal Anda, bahkan sebelum mereka melihat penawaran Anda.
Anda perlu mengumpulkan List Calon Pelanggan.


Proses inilah yang dinamakan List Building.

Dan media yang saya gunakan adalah email. Mengapa menggunakan email marketing?
Berikut alasan pribadi mengapa saya lebih suka menggunakan email sebagai approaching dibanding memakai BBM, WA, Line atau media komunikasi lainnya. Bahkan BBM dan WA saya hanya terpakai untuk komunikasi dengan keluarga dan teman-teman dekat saja, sekalipun sudah menyiapkan BBM khusus CS.

  • Dalam berbisnis online, kita perlu siap menghadapi ratusan, ribuan, puluhan ribu bahkan jutaan kunjungan calon pembeli setiap harinya. Dimana mereka kebanyakan adalah Cold Traffic, orang yang sama sekali tidak kenal dengan kita / toko online kita / perusahaan kita. Jika Anda berikan kontak BBM, WA customer service Anda, akan ada banyak chat yang hanya sekedar tanya-tanya produk, tapi tidak beli. Banyak waktu CS Anda terbuang, Banyak biaya terbuang untuk siapkan banyak CS, sementara sebagian besar Pembeli masih ragu, Apakah Anda / Toko Online Anda ini “Penjual yang Benar” apa nggak.
  • Sekali set up email marketing di awal, Anda dapat merubah puluhan, ratusan , ribuan “orang baru” menjadi ter-engage dengan Anda setiap harinya
  • Email Marketing dapat diatur secara fleksibel, “orang baru” ini lebih suka produk Anda yang mana, dan Anda dapat memilah dan dengan mudah menentukan penawaran mana yang cocok buat mereka (Dapat dikelompokkan menjadi grup-grup tertentu) 

 

Dan disinilah Point dari Bisnis Online “Automatic”

Merubah dari Cold Market menjadi Warm Market

Dari “Orang Baru” menjadi lebih Engage tehadap Anda…

Anda tinggal buat SISTEMnya di awal… kemudian kirim Visitor sebanyak-banyaknya ke sistem tersebut. 
Sekali set up, Anda dapat memanfaatkan sistem ini dalam waktu yang lama…


Dengan Email Marketing kita dapat berfokus ke “Warm Market” dan mengirimkan penawaran istimewa hanya kepada orang-orang yang sudah kenal dengan kita.

Dengan Email Marketing, Anda membuat Orang Baru tersebut otomatis ter-engage dengan Anda, melihat penawaran Anda hingga membeli produk Anda tanpa Anda mengenalnya terlebih dahulu.

Dengan Engagement Audience, Anda menjadi lebih hemat visitor untuk mendatangkan penjualan.

 

Kata guru internet marketing, biasanya 1 penjualan terjadi setelah ada 100 kunjungan ke website,
Konversi 1%, itupun sudah sangat bagus dan hanya jika halaman penawaran Anda benar-benar powerfull.

Namun…
Dengan Engagement Audience, Anda bisa mendapatkan konversi 5 – 10 %.

Berikut ini proses Bisnis Online “Automatic” yang pertama kali saya lakukan. Saya baru menekuninya di awal tahun 2015. Pembuatan sistem pertama saya baru mendatangkan 300 lebih “orang baru” ketika itu. 

subscr mar

Ini saya lakukan ketika menjadi affiliate salah satu produk digital.
Seperti yang Anda ketahui, setiap penawaran produk digital baru, biasanya hanya 1-2 minggu saja. Dan jika ada offer yang bagus, setidaknya akan terkirim 2-3 email penawaran dalam 1 minggunya. Dan ini hasil dari Offer yang pertama (sengaja saya tutup nominalnya, agar kita fokus pada konversinya)…

 

mar

 


Mari berfokus pada prosentase konversinya (sebagai bahan diskusi kita) 

Jumlah Klik / Visitor : 330
Total Klik : 536
Jumlah Sales : 32

Dari 330 pengunjung, telah terjadi 32 sales. Konversi lebih dari 9%.

 

Bagaimana jika kita sudah berbulan-bulan melakukan proses list building ?

Tentu list calon pelanggannya makin menumpuk.  Dan banyak juga yang sudah berubah menjadi List Pelanggan. Lalu bagaimana cara me-maintain list pelanggan agar terjadi repeat order seperti yang dilakukan penjual tahuwa diatas? Akan dibahas di Chapter berikutnya…

Bagaimana cara memulai proses Bisnis Online “Automatic” hingga Anda menghasilkan dari sini ?
Akan dibahas di Chapter berikutnya…

 

Inti dari artikel Bisnis Online “Automatic” berseri ini adalah Bagaimana Anda membangun dan memiliki sistem di bisnis online Anda. Jika ada sistem, berarti ada parameter yang bisa diukur dan dievaluasi. Sehingga memastikan Earning Anda semakin meningkat dari waktu ke waktu.

 

 

Silahkan klik disini untuk menuju Chapter 2.

 

Semoga Bermanfaat…

Silahkan bagikan ke teman Anda…

Komentar

Leave a Comment:

TRI DARMAWAN says December 17, 2015

Inilah informasi yg selama ini saya tunggu2, bukannya sok pamer tp demi ALLOH kenyataannya, saya sudah “kalah puluhan juta” dlm bisnis offline dan online sejak th 1991 sampai sekarang sehingga jatuh bangkrut dan ada rasa trauma dlm bisnis, akan tetapi masih ingin berusaha dan berusaha menebus kekalahan tersebut, entah sampai kapanpun . Oleh krena itu bagi siapa aja yg baca dan peduli sekaligus terutama Bapak Aditya mohon bimbingan/panduan dan support serta spirit2 yg membangkitkan kembali diri saya yg telah shock berat . Mohon maaf mungkin etika bahasa saya serba amburadul krena memang bukan tipe penulis yg handal dan canggih apalagi latar belakang saya PKL kelilingan . Terima kasih dan WASSALAM

Reply
joko seno aji says December 17, 2015

keren banget

Reply
Aditya S says December 17, 2015

Siapp Mas 🙂

Reply
Titus Siswandono says December 16, 2015

mantap mas..ditunggu tulisan2 keren berikutnya 😉

Reply
Add Your Reply