Bisnis Online “Automatic” (Chapter 4)

Halo Sobat Panduan Sukses,

Dengan Aditya S disini…

Di Chapter 3 kemarin kita sudah membahas tentang bagaimana membuat gerbang masuk yang indah sehingga banyak calon buyer subscribe Anda. Tampilan squeeze page Anda sangat penting, sehingga buatlah desain yang menarik, berikan bentuk visual dari GIFT Anda, sehingga mereka tidak ragu untuk memberikan alamat emailnya ke optin form.  

Jika belum membaca Chapter 3, silahkan kesini

 

 

Ada beberapa elemen penting dalam menyusun Sistem Bisnis Online “Automatic” ini atau istilah expert-nya FUNNEL.  Dalam menyusun Sales Funnel ada 3 elemen yang menonjol, yaitu GIFT – Landing Page – Autoresponder.

Tentang GIFT kita sudah Clear di chapter-chapter sebelumnya.

Tentang Landing Page, ini adalah ujung tombaknya. Ibarat dalam sepakbola, Landing Page adalah Striker / Penyerang. Yang akan membuat banyak GOL Penjualan Produk Anda.
Mulai dari Squeeze Page – Thank You Page – SalesPage 1 – SalesPage Upsell – SalesPage Downsell dan Salespage-salespage lainnya.

Sebelumnya kita sudah membahas Squeeze Page, sekarang saatnya kita membahas Thank You Page.

Dan saya tidak akan bosan-bosannya untuk membawa Bagan Alur ini kesini lagi, karena ini patokan dasarnya.

alur list building (1)

Setelah mereka mengisi email lalu apa ?

Ada dua bentuk setting yang biasanya dilakukan oleh para internet marketer.
1. Dengan Konfirmasi => Jadi setelah isi email di kontak form, akan menerima email konfirmasi. Jika mereka klik link konfirmasi yang dikirim ke email, maka mereka terdaftar sebagai subscriber Anda dan akan mulai menerima email terjadwal Anda.
2. Tanpa Konfirmasi => Setelah mereka mengisi email, maka mereka langsung terdaftar menjadi subscriber Anda tanpa harus repot-repot klik link konfirmasi.

Apa plus minusnya ?
Jika Dengan Konfirmasi, mereka akan melalui Lebih Banyak Step, dan  pada akhirnya tidak semua yang akan mengklik link tersebut dan menjadi subscriber Anda. Nilai plusnya, akan benar-benar terjadi seleksi orang yang benar-benar NIAT untuk mendapatkan GIFT Anda. Subscriber Anda akan lebih terfilter dari spamming atau orang2 iseng yang mendaftarkan emailnya atau bahkan email orang lain ke dalam optin form Anda.
Jika market Anda murni orang-orang baru (cold market), setting tipe ini sangat direkomendasikan.

Ini contoh email konfirmasi di salah satu campaign saya (produk fisik) : 

konfirmasi email women style
Jika Tanpa Konfirmasi, hasilnya akan lebih banyak subscriber, tapi memang tidak terfilter seperti setting Dengan Konfirmasi, dan akan lebih banyak unread message ketika Anda mulai mengirim email-email nanti. Namun, di situasi-situasi tertentu atau di warm market, Anda dapat menggunakan yang tipe ini. Karena terkadang, beberapa “orang yang tepat” juga malas mengklik link konfirmasi. Seiring dengan praktek list building nanti, Anda dengan sendirinya akan memahami, tipe setting mana yang akan dipakai untuk kondisi tertentu.

 

Setelah mereka klik link konfirmasi, maka akan ter-direct ke Thank You Page. Jika yang menggunakan settingan Tanpa konfirmasi, setelah isi form langsung akan menuju ke Thank You Page. 

Di Thank You Page inilah kesempatan kita untuk memberikan penawawan pertama.
Namun jangan langsung… 
Sangat disarankan untuk tidak hard selling. 

“Penjualan terbanyak terjadi setelah follow up beberapa kali. Namun tanpa follow up pun tetap bisa terjadi penjualan meskipun dalam jumlah kecil.” 

Dan di Thank You Page ini kita memanfaatkan porsi kecil tersebut di Thank You Page.

Sudah dapat email, belum kasih GIFT, tapi sudah Jualan hehe… 
Namun untuk menjaga trust mereka, lakukannya secara soft selling dan halus perlahan. Jangan karena nafsu pengen segera laris, akhirnya Anda mengurangi “jatah” porsi besar Anda.

Ini contoh halaman Thank You Page (lanjutan email konfirmasi diatas) :

thanks page

FORMASINYA :

  1. Berikan ucapan terimakasih dan selamat datang => Ini semakin menjelaskan jika mereka tidak masuk ke tempat yang salah. Dan mereka yakin bahwa mereka akan mendapatkan informasi seperti yang telah dijanjikan di Squeeze Page. 
  2. Berikan info bagaimana mereka bisa mengakses GIFT tersebut.
  3. Beritahu mereka untuk mengecek kotak spam juga jika kemungkinan email Anda tidak masuk inbox. Minta mereka untuk memindahkan email tersebut ke inbox, jika ternyata email Anda masuk ke kotak spam. Tentunya dengan bahasa persuasi.
  4. Nah setelah itu baru berikan mereka clue.. tentang produk pertama yang ingin Anda tawarkan agar mereka klik link salespage-nya.
    Ada opsi lain, Anda juga bisa langsung menaruh penawaran produk Anda di halaman Thank You Page. Jadi tanpa klik, mereka sudah dapat lihat produk-produk Anda.
    Alasan saya hanya memberikan tombol klik di link tersebut adalah, karena saya sudah menyiapkan halaman salespage sendiri. Jadi agar mereka lebih fokus.

 

TIPS LARIS DI PENAWARAN PERTAMA

 Siapa yang tidak ingin langsung laris di penawaran pertamanya? Anda bisa lihat sales funnel berikut ini :

sales funnel
Fokus di “LOW PRICE OFFER”, abaikan dua kolom di kanannya.

Sekarang posisikan diri Anda sebagai calon buyer.
Belum pernah kenal nama brandnya, tapi ngasih tips yang kayaknya oke banget. Akhirnya Anda coba subscribe isi kotak form-nya. Masukkan email dan konfirmasi. Lalu masuk halaman terimakasih dan belum sampe baca Tipsnya, tiba-tiba ada penawaran yang berhubungan dengan tips tersebut.

Tapi begitu dilihat harganya jutaan… lalu apa yang akan Anda lakukan ?
Beli atau langsung keluar dari halaman penawarannya ?

Seperti yang dibahas di Chapter 1. Orang baru cenderung ragu-ragu. 

Anda butuh produk yang termurah untuk menjadi penawaran pertama. Normalnya kisaran harga $7-$10, ada beberapa versi yang menulis $17-$27. Tapi yang pasti jangan lebih dari itu. ]

 

Bagaimana jika produk saya lebih mahal dari itu?
=> Cari Produk Penghubung

Cari produk lain yang laris (tentunya related dengan produk Anda), yang harganya kisaran itu. Anda bisa riset misalnya di tokopedia.

Bagaimana jika produknya seperti mobil dan property ? Itu membutuhkan pendekatan yang berbeda lagi…

 

Nah setelah mereka membeli LOW PRICE OFFER tadi, Anda bisa tawarkan produk Anda, atau yang lebih mahal, istilah kerennya upselling. Kalaupun dia belum beli upsell, santai saja. Kan dia sudah terdaftar jadi subscriber kita dan akan menerima email terjadwal Anda. Suatu saat nanti mereka juga akan menerima penawaran upsell itu kembali. 

 

Langkah berikutnya, mereka akan memulai perjalanan menerima rangkaian email follow up terjadwal Anda, dan itu akan di-automatickan oleh Autoresponder.

Autoresponder ibarat playmaker dalam permainan sepakbola. Dia akan memberikan operan-operan matang kepada strikernya (landingpage).  Untuk pembahasan detail Autoresponder akan dibahas di chapter berikutnya.

Untuk materi update chapter 5 silahkan langsung kesini.

Semoga Bermanfaat…

Silahkan bagikan ke teman Anda…

Komentar

Leave a Comment: